Intimidasi terhadap seorang Wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik kembali terjadi, kali ini menimpa seorang Wartawan bernama Darwis Kepala Biro jejakkasus Kabupaten Lampung Tengah. Darwis diduga mendapat perlakuan kasar dari seorang kepala Kampung Tanjung Jaya, Kecamatan Bangunrejo kabupaten Lampung Tengah Oktavianus Hermanto pada Kamis 15/4/2021 lalu.

Menurut Darwis, saat ia akan melakukan peliputan terkait pekerjaan talud (drainase) di Kampung itu, tiba-tiba ia diancam dan diperlakukan kasar serta akan dipecahkan kepalanya oleh Kakam Tanjung Jaya Oktavianus Hermanto yang bergaya bak seorang preman sedang mabuk Alkohol.

Atas perlakuan tersebut, Darwis didampingi rekan-rekan seprofesinya melaporkan perbuatan Kakam Tanjung Jaya itu ke Kepolisian Resort (Polres) Lampung Tengah pada Jum’at 16/4/2021 dengan bukti laporan Polisi nomor :
LP/B/477/IV/2021/SPKT/POLRES LAMTENG/POLDA LAMPUNG.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Tengah Dedi Irawan, sangat mengecam tindakan Intimidasi dan pengancaman yang diduga dilakukan oleh Kakam Tanjung Jaya, Oktavianus Hermanto kepada seorang wartawan Jejakkasus Darwis, disaat sedang menjalankan pekerjaan jurnalistiknya.

Menurut Dedi Irawan, hal itu merupakan sebuah pelanggaran termasuk menghalang-halangi kegiatan Jurnalistik itu melanggar UU no. 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Permasalahan ini sudah kita laporkan kepolisian Reskrim Polres Lampung Tengah, dalam pernyataan sikap Ikatan Wartawan Online (IWO) bahwa pelaku telah menghalang-halangi kegiatan Jurnalistik dan melanggar UU no. 40 tahun 1999 tentang Pers. Kami mengecam aksi kekerasan ini dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk profesional menangani kasus ini dan segera mengambil tindakan, apalagi mengingat bahwa pelakunya adalah sebagai seorang Kepala kampung (Kakam) yang seharusnya memberi panutan dan contoh yang baik kepada masyarakat, “Ujarnya.

Hal senada juga ditegaskan Kordinator wilayah (Korwil) Jejakkasus, Bambang Hartono, ia berharap agar peristiwa serupa tidak terulang kembali kepada jurnalis yang lain.

Menurut Bambang, sering terjadinya kasus kekerasan terhadap jurnalis ini menunjukkan kurangnya aparat kepolisian dalam memberikan perlindungan terhadap Jurnalis yang melakukan kerja-kerja Jurnalistik.

“Kabiro Jejakkasus Lampung Tengah, Darwis telah dianiaya dan di ancam disaat sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya, meski sudah menyampaikan statusnya sebagai Wartawan, tetapi Kepala kampung Tanjung Jaya Oktavianus Hermanto telah mendorong, mengancam dan berkata kasar ‘SAYA PECAHIN KEPALA KAMU dan KAMU JANGAN MACAM-MACAM DENGAN SAYA’ dengan bernada keras dan berulang ulang kalimat pengancaman tersebut di ucapakan oleh Oktavianus Hermanto, “tandasnya.

Sementara, Camat Bangun Rejo kabupaten Lampung tengah, Saleh menanggapi hal ini suatu permasalahan biasa dan tak perlu dibesar-besarkan. Terlihat, Saleh tidak bisa menegur bawahanya (kakam Tanjung jaya.red) mungkin tidak ada keberanian Saleh sebagai seorang Camat sebagai atasan dari Oktavianus Hermanto dikarenakan menurut Saleh, Kakam Tanjung Jaya Oktavianus Hermanto itu ‘SE ORANG JAGOAN’.

” Ya, Kakam Tanjung Jaya Oktavianus Hermanto itu se orang jagoan, pantaslah karna dia (Oktavianus Hermanto.red) adalah seorang guru silat, ” Tegas Camat Bangun Rejo, Saleh kepada Radar News melalui hubungan seluler pada Kamis (15/4). (Amuri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *