Keberadaan puluhan anak – anak hingga remaja yang bermain petasan di kompleks lapangan Mars dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pringkumpul Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu cukup meresahkan masyarakat.

Terlebih aksi perang petasan tersebut sering dilakukan usai waktu sahur di bulan Ramadhan. Para anak – anak dan remaja yang kebanyakan masih duduk di bangku sekolah ini sering perang petasan. Suara ledakan petasan tersebut sering kali dikeluhkan para warga setempat.

Melihat kelakuan para anak – anak tersebut membuat warga setempat berinisiatif untuk mengusirnya. “Namun bukannya takut ketika diusir warga, mereka malah balik lagi dan bertahan,” ujar Nizar Yahya salah seorang warga kepada Radarcom.id, Kamis (15/4).

Dirinya mengaku aktivitas tersebut sangat mengganggu sekali. Dirinya yang masih memiliki anak kecil juga khawatir anaknya turut menjadi korban perang petasan tersebut. Sehingga anaknya dilarang nonton khawatir kena petasan nyasar.

“Khawatir juga kalau nanti ada korban karena petasan, kembang api juga berbahaya apalagi kalau terkena mata, telinga, kepala, atau bagian tubuh lainnya,” ujarnya.

Dirinya berharap setiap pagi ada patroli keliling dari pihak kepolisian yang bisa berkeliling dilokasi. Walau sebentar, kalau tiap pagi ada patroli polisi pasti anak – anak bisa bubar. “Karena bagaimanapun juga diomongin warga juga tidak mempan,” harapnya. (rif/hin/rci)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *