IBU KETUA

STMIK Pringsewu – Kamis, (24/4), mahasiswa-mahasiswi STMIK Pringsewu mengikuti seminar “mengenal potensi diri untuk merancang masa depan”. Seminar yang berlangsung di Aula STMIK Pringsewu Lantai 2 tersebut menghadirkan selaku nara sumber Eko De’ Most yang dihadiri oleh Ketua STMIK Pringsewu (Hj. Rita Irviani, M.M) sekaligus membuka acara seminar tersebut, Wakil Ketua I (E. Yunaeti A, M.T.I), Wakil Ketua II (Kasmi, M.M), Wakil Ketua III (Nur Aminudin, M.T.I) serta bapak ibu dosen STMIK Pringsewu.

Eko De’ Most mengatakan, bahwa kita dapat mengetahui potensi yang ada dalam diri kita melalui sidik jari. Dalam ilmu Dermatoglyphics (ilmu yang mempelajari tentang analisa pola sidik jari) yang diawali oleh Guard Bidloo pada tahun 1685, menemukan bahwa sejak usia kandungan 13 minggu, pola sidik jari manusia telah terbentuk dan akan lengkap di usia 24 minggu. Dalam kenyataannya, pola sidik jari manusia tidak ada yang sama dan kemungkinan kesamaannya adalah 1 : 64.000.000.000.
eko dmost

Secara genetis, sidik jari bersifat menetap dan spesifik pada proses perkembangan susunan syaraf pusat, sehingga memiliki korelasi yang menentukan struktur otak yang dominan yang kemudian diinterpretasikan secara psikologi untuk mengetahui kecenderungan Bakat, Kecerdasan, Karakter, Motivasi, Tekanan, Tingkat Kestabilan Diri, dan Gaya yang meliputi Gaya Belajar, Gaya Berfikir dan Gaya Bekerja secara genetis.

Seringkali menusia merasa putus asa dalam upayanya mencapai kesuksesan. Sebenarnya kesuksesan bisa diraih, manusia hanya perlu menjadi dirinya yang terbaik dan menuai apa yang ditanam. Sukses adalah ketika Anda berhasil mengaktualisasi potensi yang dianugerahkan Allah SWT kepada Anda, yang manfaatnya lebih panjang dari hidup Anda.

Jadi, kita bukan berhak untuk sukses, tapi wajib sukses. Banyak potensi dan peluang dalam kehidupan, oleh karena itu perlu fokus pada satu peluang sesuai passion.

Rencana penting untuk mencapai suatu tujuan, agar tidak salah melangkah dan bisa melalui perjalanan dengan baik. Tujuan atau cita-cita akan bisa dicapai bila diikuti proses yang runtun langkah demi langkah. Bila mengikuti langkah tersebut, maka akan dapat mengelola hidup dengan baik pula.

Seseorang perlu untuk membuat peta hidup, melalui peta ini seseorang dapat melihat seluruh rangkaian kehidupan mulai dari masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Peta hidup penting untuk dibuat karena nantinya akan menjadi semacam navigasi untuk mengambil keputusan, ucap Eko De’ Most.