4:02 pm - Sunday April 21, 2019

SEMINAR MENGENAL POTENSI DIRI UNTUK MERANCANG MASA DEPAN

IBU KETUA

STMIK Pringsewu – Kamis, (24/4), mahasiswa-mahasiswi STMIK Pringsewu mengikuti seminar “mengenal potensi diri untuk merancang masa depan”. Seminar yang berlangsung di Aula STMIK Pringsewu Lantai 2 tersebut menghadirkan selaku nara sumber Eko De’ Most yang dihadiri oleh Ketua STMIK Pringsewu (Hj. Rita Irviani, M.M) sekaligus membuka acara seminar tersebut, Wakil Ketua I (E. Yunaeti A, M.T.I), Wakil Ketua II (Kasmi, M.M), Wakil Ketua III (Nur Aminudin, M.T.I) serta bapak ibu dosen STMIK Pringsewu.

Eko De’ Most mengatakan, bahwa kita dapat mengetahui potensi yang ada dalam diri kita melalui sidik jari. Dalam ilmu Dermatoglyphics (ilmu yang mempelajari tentang analisa pola sidik jari) yang diawali oleh Guard Bidloo pada tahun 1685, menemukan bahwa sejak usia kandungan 13 minggu, pola sidik jari manusia telah terbentuk dan akan lengkap di usia 24 minggu. Dalam kenyataannya, pola sidik jari manusia tidak ada yang sama dan kemungkinan kesamaannya adalah 1 : 64.000.000.000.
eko dmost

Secara genetis, sidik jari bersifat menetap dan spesifik pada proses perkembangan susunan syaraf pusat, sehingga memiliki korelasi yang menentukan struktur otak yang dominan yang kemudian diinterpretasikan secara psikologi untuk mengetahui kecenderungan Bakat, Kecerdasan, Karakter, Motivasi, Tekanan, Tingkat Kestabilan Diri, dan Gaya yang meliputi Gaya Belajar, Gaya Berfikir dan Gaya Bekerja secara genetis.

Seringkali menusia merasa putus asa dalam upayanya mencapai kesuksesan. Sebenarnya kesuksesan bisa diraih, manusia hanya perlu menjadi dirinya yang terbaik dan menuai apa yang ditanam. Sukses adalah ketika Anda berhasil mengaktualisasi potensi yang dianugerahkan Allah SWT kepada Anda, yang manfaatnya lebih panjang dari hidup Anda.

Jadi, kita bukan berhak untuk sukses, tapi wajib sukses. Banyak potensi dan peluang dalam kehidupan, oleh karena itu perlu fokus pada satu peluang sesuai passion.

Rencana penting untuk mencapai suatu tujuan, agar tidak salah melangkah dan bisa melalui perjalanan dengan baik. Tujuan atau cita-cita akan bisa dicapai bila diikuti proses yang runtun langkah demi langkah. Bila mengikuti langkah tersebut, maka akan dapat mengelola hidup dengan baik pula.

Seseorang perlu untuk membuat peta hidup, melalui peta ini seseorang dapat melihat seluruh rangkaian kehidupan mulai dari masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Peta hidup penting untuk dibuat karena nantinya akan menjadi semacam navigasi untuk mengambil keputusan, ucap Eko De’ Most.

Filed in: BEM, Info Kampus, Resources, Umum
  1. July 5, 2015 at 5:02 pm #

    saya selaku masyarakat Pringsewu sangat kecewa dengan para pegawai PNS yang sombong dan angkuh khususnya pegawai yang asli daerah jakarta, mereka suka melakukan tindakan kriminal, kejam dan zolim kepada masyarakat sipil terutama (dini qyute (facebook)/dini wahyuniorang-orang kaya yang di terima PNS dengan cara uang.

    saya salah satu warga pringsewu yang sangat kecewa dan merasa sangat terhina dan di rendahkan oleh pegawai kabupaten pringsewu yang membawa mobil mewah dan meludah di depan kami warga miskin,,serta yang bertindak sewenang2 menginjak-injak masyarakat asli pringsewu yang memang ekonomi mengah kebawah

    mereka disini hanya makan uang rakyat duduk enak makan tidur enak tapi rakyat kecil masih juga di injak
    salah satu pegawai PNS ini bernama DINI QYUTE (Difacebook) tindakan tdk semena2 yang ia lakukan tidak hanya menginjak2 kami orang miskin, ia menuduh kami warga miskin adalah pelacur hanya kami sebagai pekerja kasar dan tidak hanya itu tindakanya pun sudah mulai ke sekolah anak kami, melakukan berbagai upaya bukanya mendidik dan membantu kelulusan tapi ia malah mempersulit dan menuduh anak kami

    sungguh biadab tindakanya yang semena2 dan zolim, serendah-rendahnya kami orang miskin kami pun masih punya harga diri.

    kami meminta pegawai pringsewu yang biadab dan suka meludahi orang miskin itu dipecat dari PNS dan di kembalikan saja kejakarta.
    orang sombong dan angkuh serta zolim seperti DINI QYUTE (FACEBOOK)/dini wahyuni di pulangkan saja ke asalanya
    karna orang biadab seperti dia tidak pantas berada di pringsewu
    Hati2 dini wahyuni (dini qyute) pedofilia, ia menutupi tindak tanduknya dengan berpura2 menjadi marketing freelance pt.telkom, tapi sebenarnya ia sedang menyodomi masyarakat lampung dengan fitna busuhk dan gilanya!!!!!!!!!

Leave a Reply